Alternatif Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Baru saja calon istri saya memberi tahu bahwa kuku ibu jarinya tiba-tiba membiru dan terasa sakit sekali, dia tidak tahu kapan kejadiannya kerana muncul begitu saja saat bangun tidur. ada yang mengetahui kira0kira kenapa y?
sambil browsing nyari tau tentang itu, saya nemu artikel menarik ini, sebagai pustaka jika suatu saat diperlukan.
Inilah berbagai pengalaman dalam melakukan tindakan alternatif pertolongan pertama pada kecelakaan :
Jari Tangan Membiru Kejepit Pintu
PADA suatu sore, anak lelaki saya berdiri di muka pintu sambil tangannya iseng disambungkan pintu pavilion. Tiba-tiba pembantu saya akan pulang ke rumahnya melewati pintu itu. Dengan tidak diketahuinya ia menutup pintu dengan keras. Kontan anak saya mengaduh kesakitan karena tangannya terjepit. Aduh…aduh…. Sambil badannya menggeliat turun karena kesakitan. Saya ingat, kawan saya yang pernah mengajari saya : kalau ada anak-anak kejepit, atau kena pukul benda keras, atau jatuh, dan luka memar biru, kompreslah dengan kelapa muda yang telah diparut dan dicampur dengan cuka aren. Setelah diparut dan diaduk dengan cuka, segera saya kompres dengan campuran kelapa parut dan dibalut, kalau kering saya ganti dengan yang baru begitu selanjutnya. Setelah beberapa lama, maka pulih kembali jalan darahnya yang membiru dan tidak gepeng lagi jari-jari tangannya. Sembuh tak ada bekasnya.Dan demikianlah mudah-mudahan kiranya dapat menjadi pelajaran bagi anak-anak jangan gemar memegang pintu baik pintu mobil atau pintu apa saja.
Kepala Kena Batu? Pakailah Kayu Cendana Untuk Obatnya
PADA suatu hari anak-anak kami bermain lempar-lemparan dengan teman-temannya. Karena lalainya, anak kami itu kena batu kepalanya. Mungkin kepalanya sangat sakit kena lemparan batu itu, kemudian ia menangis meraung-raung ke hadapan kami. Dan kepalanya benjol keras sekali.Melihat keadaan yang demikian itu, lalu kami menggosokkan potongan kayu cendana yang diisi dengan sedikit air dan sedikit bawang merah yang telah diiris. Setelah gosokan kayu cendana itu telah betul-betul bercampur dengan air dan irisan bawang merah itu, air itu kemudian berwarna agak kecoklat-cotlatan. Kemudian kami ambil sedikit kapas untuk menyerap air tersebut. Setelah kapas itu basah seluruhnya oleh kayu cendana tersebut, lalu kapas yang basah itu kami tempelkan pada bagian kepala anak kami yang benjol karena lemparan batu tadi. Setelah beberapa jam kemudian benjolan itu sudah tidak tampak lagi di kepalanya. Dan sakitnya pun sudah tidak dirasakan lagi oleh anak kami.
Getah Pisang
SAYA mempunyai dua orang anak yang masih kecil yaitu masing-masing berumur tiga tahun dan empat tahun. Kedua anak saya itu nakal-nakal dan suka sekali bermain dengan benda-benda tajam seperti pisau pengiris sayur di dapur. Sehingga setiap pulang ke rumah sering sekali membawa luka-luka kecil karena tersayat dengan pisau tadi atau karena hal-hal lain. Untuk mencegah hal tersebut maka tidak segan-segan pula saya bertanya kepada tetangga dan para ibu lainnya, karena saya khawatir kalau-kalau anak saya tersebut kena infeksi. Tapi setelah saya bertanya tentang itu, maka saya mendapat petunjuk dari seorang ibu. Katanya itu mengatasi hal tersebut jangan khawatir. Itu gampang saja. Anak saya juga begitu katanya.Bahwa untuk mencegah infeksi itu cukup kita gunakan getah pisang. Mula-mula saya tidak percaya. Akan tetapi setelah saya coba ternyata hal itu benar. Setiap anak saya pulang membawa luka pasti saya olesi dengan getah pisang. Hasilnya sangat memuaskan sekali. Caranya mudah sekali. Kita potong pelepah daun pisang pada bagian ujung. Dalam sekejap mata saja pasti keluar getahnya. Kemudian getahnya itulah yang kita oleskan pada luka anak kita tadi. Pasti anak anda terhindar dari infeksi.
Tangan Terkena Duri : Cobalah Getah Pepaya
KEHIDUPAN di desa semasa kecilku penuh dengan kegembiraan. Suatu hari aku pernah bermain dengan duri-duri di pagar, tiba-tiba tanganku tertusuk duri yang tajam. Alangkah pedihnya, karena duri tersebut menancap tepat di antara kuku saya yang patah. Tidak tahu apa yang harus kuperbuat untuk mengambil duri itu, aku pulang. Pamanku heran, mengapa aku pulang dengan menangis.Setelah tahu sebabnya, kemudian pamanku mencari pohon pepaya di halaman. Daunnya dipotong, kemudian getahnya diambil lalu dioleskan pada luka ibu jariku. Sebelum tidur, paman mengolesi lagi. Pagi hari, aduhai ternyata duri itu telah separuh keluar dan dicabut oleh paman. Semoga menjadi pengalaman anda semua.
Cantengan
TAHUKAH anda apa arti cantengan ? Kalau jari kita tertusuk jarum atau tulang ikan, terlebih-lebih yang letaknya di keliling kuku, maka antara dua tiga hari jari kita akan bengkak dan mengandung nanah. Sakitnya bukan kepalang, dan berdenyut-denyut.Nah, inilah yang dinamakan “cantengan”.Kalau cantengan ini kita bawa ke rumah sakit, apalagi kalau bengkaknya mengenai sekeliling kuku, biasanya akan dikompres, antara dua hari sesudah dikompres berulang-ulang, ada kalanya dibelek (operasi) dan kuku pun akan dicabut. Aduh, sakitnya bukan kepalang.Tetapi ada obatnya yang mujarab, dari orang-orang tua kita jaman dulu. Ambillah bawang merah 2 atau 3 buah, digiling tapi jangan sampai halus, lalu bubuhi minyak kelapa kira-kira satu sendok makan, taruh di atas secarik daun pisang. Bawang dan minyak di bakar di atas api yang kecil sampai panas. Sesudah panas (sekuat kita) obat ini bersama-sama dengan daun pisangnya, dibungkusnya ke jari kita yang sakit, lalu dibalut lagi dengan kain bersih atau perban, agar jangan lepas.Ulangilah pekerjaan ini 3 sampai 4 kali sehari, sampai 2 atau 3 hari, secara berturut-turut. Anda akan merasa jari-jari anda tidak berdenyut-denyut lagi. Dan pada hari ke 4 pasti Cantengan anda sudah baik. Tak perlu ke dokter atau dioperasi.
Sabun yang Serba Guna
BILA kita bertempat tinggal jauh dari kota dan dokter, bagaimanakah kita dapat menolong seorang yang kebetulan mendapat kecelakaan tersiram air mendidih ? Tentu kita bingung, bukan ? Akan tetapi kali ini kita tidak usah bingung. Ambilah sepotong sabun cuci atau sabun mandi, bila tidak ada deterjen pun jadilah. Gosokan pelan-pelan dengan sabun dan air pada anggota badan yang tersiram air mendidih tadi terus menerus, jangan berhenti-henti sampai si penderita tidak merasa panas lagi. Dengan cara demikian badan yang tersiram air panas tidak akan melepuh, dan boleh dikatakan baik (sembuh).
Sumber : Kartini Aduhai